30 Hari di Busan : Pengalaman Hidup di Korea

안영하세요!

Tidak terasa sudah sebulan saya hidup di Busan. Padahal awalnya saya sama sekali nggak kepikiran untuk kuliah disini. Cita-cita saya dari dulu kalau nggak  kuliah ke Jepang ya ke Belanda atau Jerman. Gagal dapat beasiswa ke Jepang, saya malah nyasar ke negara tetangganya :p Ya lumayan lah, kalau mau ke Jepang tinggal nyebrang doang *lirik dompet*. Pertama kali datang ke Busan tanggal 23 Agustus 2015. Sengaja saya datang seminggu lebih awal dari jadwal masuk lab dan kuliah supaya bisa jalan-jalan santai keliling Busan.

I know 30 days are not long enough to summarize life in Korea, tapi ada beberapa hal yang bikin impresi lumayan kuat dalam sebulan hidup saya disini.

Lots of walking
Beda dengan Indonesia yang kalo ke i**omaret atau a**amart saja pakai motor, disini orang-orangnya suka jalan kaki kemana-mana. Di kota besar seperti Seoul dan Busan, hampir seluruh daerah ter-cover transportasi umum baik itu subway atau pun city bus. Jarak antar halte atau subway bisa dibilang lumayan dekat, jadi biasanya orang akan jalan dari subway ke tujuan masing-masing seperti rumah, kantor, mal, atau kampus. Menurut saya yang membuat jalan kaki di Korea itu nyaman ya karena banyak “teman” jalan kaki, trotoar pejalan kakinya lebar dan bersih, dan udaranya pun cukup bersih. Jadi nggak ada ceritanya sedang enak-enak jalan tiba-tiba kesembur asap knalpot dari mobil atau bis 😀

Jumlah orang tua cukup banyak dan jumlah anak kecil sedikit
Kata teman yang pernah tinggal di Busan dan Seoul, Busan agak berbeda dengan Seoul. Di Seoul kita akan banyak menjumpai orang di usia produktif sementara di Busan saya lebih banyak bertemu dengan orang yang sudah “berumur”. Jadi jangan heran kalau pergi ke Busan, ahjumma dan ahjossi bakal lebih banyak dijumpai daripada oppaoppa ganteng :p Di sini, banyak ahjumma dan ahjossi yang yang bekerja di public service seperti misalnya supir taksi, supir bus, cleaning service. Selama tinggal disini saya belum pernah menemukan orang muda yang bekerja jadi supir taksi atau bus. Dari hasil tanya beberapa teman disini sebenarnya mereka bukan orang tidak mampu yang masih butuh penghasilan di usia senja mereka, tapi mereka bekerja karena tidak ingin menganggur. Buktinya saya sering bertemu supir bus kampus saya pulangnya bawa mobil yang menurut saya juga bukan mobil murah. Beda ya dengan Indonesia? saat orang sudah memasuki usia pensiun biasanya sudah ingin santai di rumah atau ngemong cucu 😀
Disini saya juga jarang menjumpai anak kecil, kecuali kalau kebetulan bertemu dengan rombongan anak sekolah. Beda dengan di Indonesia yang sepertinya setiap radius beberapa meter pasti kita bisa lihat ibu-ibu menggendong anaknya di tempat umum, mal, pasar, atau di halaman rumah.

Orang Korea tidak seramah orang Indonesia
Julukan orang Indonesia ramah-ramah ada benarnya juga. Kalau di Indonesia kita bertemu orang asing, meskipun kita tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik tapi biasanya kita masih mau membantu kalau ada orang asing yang bertanya. Disini, kebanyakan orang Korea akan menghindar kalau mereka kita ajak berbicara bahasa Inggris. Beda ceritanya kalau kita bisa bahasa Korea, biasanya mereka akan bersikap lebih “ramah”. Entah kenapa, tapi kata teman yang belajar bahasa Korea disini, kebanyakan orang Korea merasa sedikit “terintimidasi” atau takut berbicara bahasa Inggris

Hidup di sini relatif lebih aman
Saya merasa hidup disini sangat nyaman dan tenang. Saya sering sekali pulang dari lab tengah malam dan berjalan kaki ke rumah dan belum pernah mengalami kejadian menakutkan di jalan. Disini orang-orangnya juga lumayan jujur, apabila barang kita tertinggal biasanya tidak ada yang berani mengambil atau diserahkan ke petugas di tempat barang ditemukan. Teman satu lab saya pernah ketinggalan dompet yang isinya kartu kredit di coffee shop, dan dompetnya masih utuh disimpan oleh petugas coffe shopnya. Coba di Indonesia, mungkin kartu kreditnya sudah dipakai belanja macam-macam ya? 😀 Agak miris sebenarnya, negara yang penduduknya banyakyang tidak percaya Tuhan bisa jujur tapi di Indonesia yang penduduknya “relijius” malah banyak yang tidak jujur.

Side dish/Banchan (반찬)
Kalau makan di restoran Korea, rasanya tidak afdol kalau di meja tidak disediakan banchan yang banyak. Banchan disini sangat beragam jenisnya, mulai dari tauge, brokoli, kim (rumput laut), odeng, tteok (rice cake), dan masih banyak lagi, tapi banchan yang paling populer adalah kimchi. Pantes ya orang Korea sehat-sehat, setiap makan mereka makan banyak sekali sayuran 😀

Fashion and appearance are everything
Di Korea, orang muda sangat memperhatikan penampilan. Menurut pengakuan beberapa teman Korea, biasanya perempuan malu kalau ke tempat publik tidak menggunakan make up dan berpakaian bagus dan para laki-laki lebih suka perempuan yang bisa dandan. Ada satu hal lagi yang menarik perhatian saya, umumnya perempuan usia muda mempunyai rambut lurus dan panjang sementara ahjumma kebanyakan berambut keriting. Setelah bertanya-tanya, ternyata para ahjumma memilih model rambut seperti itu supaya lebih praktis dalam merawat. Hehehe

Pengendara kendaraan bermotor sangat menghormati pejalan kaki
Disini pejalan kaki sangat dihormati, apabila ada pejalan kaki yang mau menyeberang biasanya pengendara akan langsung berhenti meskipun sebelumnya agak ngebut. Tapi ini tidak berlaku untuk pengendara taksi atau bus, mereka lebih ugal-ugalan dan jarang mengalah dengan pejalan kaki. Beda sekali ya dengan di Indonesia, kita sudah menyeberang di zebra cross saja masih diklakson dan nyaris diserempet berkali-kali ^^; Mungkin ini juga salah satu faktor kenapa jalan kaki di Korea lebih nyaman. Kapan ya bisa seperti ini di Indonesia? 🙁

Senioritas itu penting
Disini jangan kaget kalau ada yang bertanya umur saat kenalan. Ini karena mereka sangat menghargai senioritas, orang yang lebih tua sangat dihormati. Kalau pernah belajar bahasa Korea pasti tahu kalau ada tingkatan kesopanan saat berbicara. Jadi kalau berbicara bahasa Korea dengan orang yang lebih tua, kita harus menggunakan jondaemal(존댓말) sementara dengan orang yang sebaya atau lebih muda dan hubungannya dekat, kita bisa menggunakan banmal(반말). Tidak hanya dalam berbahasa, dalam bekerja atau berinteraksi biasanya juga ada peringkat senioritas. Semakin senior akan semakin “berkuasa” terhadap juniornya. Beberapa lab di PNU ada yang menerapkan senioritas, misalnya junior harus menyapa senior setiap pagi, junior pantang pulang sebelum senior pulang, dan masih banyak lagi contoh lainnya. Untungnya di lab saya lebih banyak orang asing, jadi senioritas di lab saya tidak begitu terasa XD

Sementara itu dulu yang bisa saya ceritakan tentang kehidupan di Korea. Di post lain akan saya bahas tentang tempat tinggal, makanan, tempat wisata, dan transportasi di Korea. Semoga tidak bosan ya membaca post saya tentang Korea 😀

Tagged: , ,

Comments: 29

  1. kartika 2015/10/14 at 4:41 PM Reply

    Salam kenal kaka ?, wah pingin juga nih kuliah di korea. Apalagi dapet beasisiswa ???
    kaka s2 yah?
    PNU itu singkatan dari apa yah?

    • indika 2015/10/16 at 5:33 PM Reply

      salam kenal kartika 🙂
      iya S2, PNU itu Pusan National University
      Kalau mau cari beasiswa ke korea bisa join di page ini -> https://www.facebook.com/beasiswa.korea 😀

    • Rani 2017/10/09 at 8:47 PM Reply

      Kak caranya bisa dapat beasiswa di korea gimna? Apakah rebet ngurusnya? Apalagi tempat tinggal dan bahasa nya yg kurang

      • indika 2018/02/01 at 12:46 AM Reply

        Halo Rani, maaf baru sempat balas.
        Untuk dapet beasiswa tentunya harus rajin cari info beasiswa ya. Bisa dari teman yang sudah kuliah disana, dari grup2 beasiswa, ada juga page di FB yang punya info beasiswa di korea.. Salah satunya page yang dikelola perhimpunan pelajar di korea di https://www.facebook.com/beasiswa.korea

  2. toni 2016/04/14 at 7:19 AM Reply

    wah enak ya bisa k korea katanya disana wajah2 seperti artis korea atau dibilang rupawan sangat jarang ditemui kecuali mereka oplas kbanyakan wajah asli mereka kotak2. kpn bisa ksana ya mbak tiketnya berapa mbak

    • indika 2018/02/01 at 12:47 AM Reply

      Hi Toni, untuk tiket bisa cek langsung ke maskapai ya. Saya ndak jualan tiket 😀

  3. Dina Hizriana Hafiz 2017/03/12 at 10:33 PM Reply

    Kak boleh ga saya minta alamat Email kakak? saya ingin bertanya banyak. Itu pun jika kakak bersedia

    • indika 2017/04/23 at 9:16 PM Reply

      Halo Dina, maaf baru sempat balas. saya kirim email ke alamat kamu ya? kalau mau tanya2 tinggal reply aja.…

    • Khana shakira 2017/10/29 at 3:18 PM Reply

      Ka aku juga mau minta alamat email kk buat nanya” saolnya aku mau banget kuliah di korea

  4. ica 2017/05/06 at 2:20 PM Reply

    Mbak sy boleh minta alamat emailnya. Ada yang mw sy tanyakan. Thanks

  5. patricia 2017/06/18 at 12:26 PM Reply

    Kak boleh minta alamat email nya ? Saya mau bertanya . Terimakasih 🙂

  6. Melisa harianja 2017/07/18 at 5:47 PM Reply

    Kak klo mau cari kerja dtg lsg kekorea tnpa ikut program g to g itu ribet ga kak nyri kerjnya, dn mahal kah klo nyri sndiri ksna tnpa bntuan pemerintah

    • indika 2018/02/01 at 12:56 AM Reply

      Hi Melisa, kebetulan saya kesana sebagai pelajar jadi kurang tahu masalah kerja disana. Setahu saya untuk lulusan universitas Korea lebih mudah untuk cari kerja disana

  7. Arzhou 2017/08/01 at 10:35 AM Reply

    minta alamat email donk kak

  8. Kahfi 2017/08/25 at 7:11 PM Reply

    bagaimana kehidupan Muslim di Busan mbak? apakah banyak Muslimnya? susah tidak menemukan masjid dan makanan halal?

    • indika 2018/02/01 at 12:54 AM Reply

      Hi Kahfi, maaf baru sempat balas
      Di Busan ada masjid lokasinya di dekat stasiun subway Dusil dan lumayan besar dan banyak jamaahnya. Kalau untuk makanan halal sudah pasti agak susah karena banyak mengandung babi dan daging yang lain pun tidak halal. Tapi di sekitaran masjid ada 2 restoran halal dan di koperasi masjid Busan juga menyediakan daging halal.

  9. Khana shakira 2017/10/29 at 3:20 PM Reply

    Ka aku blh minta alamat email kk gk,, buat nanya” soalnya aku mau banget kuliah di korea selatan

  10. Riva 2017/11/24 at 8:56 PM Reply

    Kakk mau minta email kakak….buat nanya2 biaya kehidupan disana….

  11. Maharany Pattinasarany 2017/12/30 at 4:16 PM Reply

    Kak, aku dari sumba, bisa dibilng daerah plng trtinggl, aku juga suka budaya korea, mau dong kk share apa aja tntg korea, n bisa mnta email-nya kak..mksh

  12. Stephanie Adelia 2018/07/18 at 3:36 AM Reply

    Halo mba, thankyou ya buat sharingnya. Mba kalau untuk cari tempat tinggal di korea lebih baik bagaimana ya? Saya ada rencana kuliah bahasa di Korea bulan September nanti dan uni nya tidak provide asrama. Skrg saya sdg cari2 tempat tinggal tapi bingung harus cari dimana. Mohon info nya ya mba kalau ada, thankyou!

  13. Nadia rahma 2018/10/07 at 11:16 AM Reply

    Halo kak, aku boleh minta alamat email nya kak…., aku mau prepare kuliah luar negeri juga rencananya ke korea

  14. Christine Vite Longmire 2020/08/10 at 7:50 AM Reply

    Viel Glück in Ihrem Blog, wie ich weiterhin regelmäßig zu folgen. Christine Vite Longmire

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.